5 Hewan Peliharaan yang Dilarang Pemerintah tapi Dimiliki Orang Tajir

Tindakan orang tajir memang patut dipertanyakan. Karena memiliki banyak uang, mereka tidak segan-segan melakukan hal-hal ekstrim. Tak jarang, kita membaca berita tentang hewan peliharaan yang dilarang pemerintah tapi dimiliki orang tajir. Padahal, kegiatan tersebut sebenarnya dilarang oleh berbagai negara, bahkan oleh Indonesia.

  • Hewan Peliharaan Yang Dilarang Pemerintah Tapi Dimiliki Orang Tajir Nomor 1: Singa

Singa merupakan pilihan peliharaan burjois nomor satu di berbagai belahan dunia. Namun, pemeliharaan secara personal merupakan tindakan illegal yang dilarang pemerintah. Singa, walau termasuk dalam keluarga kucing, merupakan binatang buas dan langka. Perawatan singa tidak dapat disamakan dengan kucing rumahan.

  • Macan

Macan juga menjadi pilihan favorit peliharaan yang dilarang pemerintah tapi dimiliki orang tajir. Macan lebih populer di Indonesia karena jenis-jenis langka banyak terdapat di negara ini. Salah satu jenis macan yang sangat populer di dari Indonesia adalah Neofelis nebulusa alias Macan Pohon.

  • Orang Utan

Karena Orang Utan hanya terdapat di Indonesia, maka tidak heran bila hewan langka ini sangat diminati para jutawan sebagai binatang peliharaan. Tidak hanya orang tajir saja, terkadang masyarakat memburu binatang ini dan memeliharanya secara diam-diam. Maka, tidak jarang berita penangkapan pemeliharaan orang utan lebih sering berasal dari masyarakat biasa.

  • Beruang Madu

Beruang juga memiliki peminat tinggi sebagai peliharaan orang tajir. Beruang madu biasanya menjadi pilihan utama karena tidak terlalu agresif dan tidak terlalu sensitif terhadap suhu dibanding jenis beruang lainnya. Walaupun beruang madu merupakan jenis beruang paling friendly, status langka dan undang-undang masih melarang pemeliharaannya.

  • Burung Langka

Karena Indonesia memiliki hutan tropis yang luas, tak heran bila banyak burung-burung eksotis bertempat di negara ini. Burung langka seperti merak, kasuari mini, dan kakatua jambul kuning menjadi incaran orang-orang tajir untuk dipelihara atau diawetkan.

Tidak heran bila banyak orang yang menggelengkan kepala saat menemukan berita pemeliharaan hewan langka oleh orang tajir. Walaupun undang-undang Indonesia lebih menekankan kepada transaksi jual beli binatang tersebut, masyarakat seharusnya paham bahwa pemeliharaan binatang langka merupakan akhir dari transaksi tersebut – yang berarti juga merupakan kegiatan terlarang.

Leave a Reply