Tangki Penampung Air Terkuno

Tangki air yang umumnya kita kenal berfungsi sebagai penampung air bersih yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seiring berkembangnya jaman dan teknologi juga memberikan perubahan terkait dengan desain bentuk dan kegunaan yang lebih praktis, fleksibel dan fungsional. Berbekal dari kekurangan-kekurangan desain dan fungsionalitas tangki air yang sudah dikenal sejak jaman kuno, memberikan pembelajaran dan inovasi baru yang memukau.

Tangki Penampung Air Terkuno

Seperti apa bentuk dan penampakan tangki air kuno yang memiliki nilai sejarah tersebut, dan yang menjadi bahan percontohan untuk membangun tangki air yang modern yang saat ini kita kenal? Antara lain:

  • Basilica Cistern / Istana Sunken (tangki air Turki)

Dibangun dengan desain yang mengesankan yang terdiri dari tiga ratus lebih kubah yang memiliki kolom di atapnya yang dibangun dengan marmer, menyerupai istana yang terletak di bawah jalan-jalan maupun rumah penduduk. Tangki ini memiliki panjang 150 meter dan lebar 70 meter yang memiliki daya tampung air hingga ±100.000 ton. Namun, seiring waktu tangki air bawah tanah ini mulai kehilangan eksistensinya karena termakan waktu sehingga beberapa pondasi yang runtuh dan bersaing dengan fasilitas yang lebih modern.

  • Gudang Air (Jakarta Timur)

Fasilitas penyalur air ini berbentuk persegi gedung yang berfungsi untuk menyalurkan air bersih ke wilayah Istana, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dan wilayah sekitarnya. Di dalamnya terdapat pipa-pipa air, alat ukur tinggi air, pompa air. Gedung tersebut memiliki ruangan-ruangan tertentu yang memiliki fungsi masing-masing, seperti lokasi penempatan pipa penyaluran air, tempat pengecekan debet air, dan lokasi peninjauan tangki air panel. Air yang mengalir dan ditampung digudang tersebut berasal dari mata air Ciburial, Ciomas, dari kaki Gunung Salak, Bogor. Gedung tersebut sampai saat ini masih berdiri namun cangkupan pengaliran airnya sudah tidak seluas dulu.

  • Menara Air (Magelang, Jawa Tengah)

Tangki air yang mampu menampung air sebanyak 1.750 juta liter yang dibangun dari beton yang di tong dengan 32 pilar ini memiliki usia ±100 tahun. Awalnya menara air ini dibangun untuk menampung persediaan air minum bagi militer dan warga Belanda yang ada di kota Magelang agar terlindungi dari upaya sabotase (peracunan) terhadap masyarakatnya. Air yang ditampung berasal dari desa Kalengan, Bandongan, Kabupaten Magelang. Sampai saat ini menara air ini masih terus dirawat dan berfungsi.

Leave a Reply